Arti Sebuah Perjuangan

Dalam berpikir, berbicara dan bertindak untuk kemerdekaan Papua, sebaiknya kita bisa merenungkan enam pertanyaan di bawah ini : Apakah kemerdekaan Papua Barat?  Mengapa Papua Barat ingin merdeka? Siapa yang akan memerdekakan Papua Barat? Dimana Papua Barat akan merdeka? Kapan Papua Barat akan merdeka? Bagaimana Papua Barat akan merdeka?

Kita harus merenungkan keenam pertanyaan di atas ini dalam perjuangan kita menuju kemerdekaan Papua Barat. Hal ini memang tidak muda dan memerlukan suatu perjuangan yang berat dan besar, namun itu bukan bebarti kita harus menyerah dan mundur dari tengah jalan. Kita harus berjuang dengan berbagai cara dan bervariasi cara dengan satu tujuan yakni kemerdekaan Papua Barat.

Suatu ketika seorang teman yang juga aktivis kemerdekaan berkata kepada saya begini “Kamu jangan hanya mengkritik orang saja, tetapi kamu juga harus berjuang” Saya memang tidak paham apa arti kritikan dia dan saya juga terus terang tidak menegrti apa yang dia pahami tentang kata “PERJUANGAN”. Maka ketika dia mengatakan “kita harus berjuang hanya lewat organisasi”, saya sama sekali tidak menerimanya. pendapat dia yaitu “Berjuang lewat organisasi saja”. Hal ini menurut dia karena organisasi adalah “satu-satunya” cara yang efektif. Sejujurnya saya tidak sependapat. Tapi saya sangat berterima kasih sekaligus saya ucapkan banyak penghargaan kepada dia, karena kritik dan saran adalah langkah awal menuju suatu perbaikan dan pembaharuan demi kemerdekaan Papua Barat. Saudaraku Terima kasih, tragampang.

Pendapat saya mengenai hakekat dan arti “Sebuah Perjuangan” adalah “Banyak Jalan Menuju Roma”. Jadi kita kalau bertanya kepada diri kita sendiri demikian “apakah seorang putra Papua yang sedang kuliah, belajar, bekerja, menangis, berpikir dan berdoa serta rindu akan kemerdekaan adalah bukan pejuang kemerdekaan” apakah jawabannya? Saya dengan terus terang dan penuh keyakinan menjawab “mereka pejuang” Mengapa? Ya… setiap orang Papua yang berpikir dan bertindak dengan cara lainpun, jika mereka melakukannya demi satu tujuan kemerdekaan Papua Barat apakah mereka kita lupakan? Tentunya tidak. Mereka kita hargai dan mereka modal kemerdekaan Papua Barat. Jika seorang yang menamakn diri seorang “pejuang sejati” tapi akhirnya dia menjadi pengkhianat itulah yang dinamakan “bukan pejuang”.

Mana yang terbaik “pejuang yang jadi pengkhianat” atau “kelihatannya diam tapi jadi pejuang”? Kita akan memilihnya sendiri sesuai dengan apa yang kita sukainya sesuai dengan hati nurani kita masing-masing. Namun, saya selalu berpendapat bahwa kita semua orang Papua Barat adalah “pejuang” ketika kita belum jadi “pengkhianat”. Jadi semua orang Papua Barat (pelajar, mahasiswa, petani, pelaut,pegawai, TPN/OPM, pengungsi, orang mati/pahlawan bahkan orang gila sekalipun). Ini kita harus akui bersama dan kita harus pertahankan. Artinya, tidaklah salah jika kita semua berjuang dengan cara kita masing-masing, yaitu petani bertani, pegawai kerja kantor, mahasiswa dan pelajar belajar dengan giat, yang berdoa silakan berdoa, yang menangis silakan menangis, yang rindi silakan rindu. Namun, ingat satu syarat yaitu “Demi Kemerdekaan Papua”. jadi sambil kita jalankan profesi kita, kita berpikir dan bertindak untuk kemerdekaan Papua. Itulah hakekat dan arti “perjuangan”. Jadi yang namanya pejuang itu bukan mereka yang sedang bicara banyak dan gabung dalam oranisasi saja, tetapi kita semua dengan syarat “demi kemerdekaan”. Kita menyelam sambil minum air, kita berjuang sambil menjalankan tugas kita yang lain. Mahasiswa dan pelajarkan harus belajar toooo, soalnya kalo kitong su merdeka juga kitong butuh orang pintar juga mooo, begitu juga dengan Orang Papua Barat dengan profesi lainnya. Yang penting kita melalakukan semuanya dengan hati yang tulus dan iklas demi kemerdekaan.

Saya pikir penjelasan singkat saya ini walau hanya “komentar orang gila dan pemberontak” namun terdapat makna yang sangat mendalam dan menjadi misteri buat kita dalam perjuangan yang harus kita perhatikan sekaligus membuka “tabir misteri” demi kemerdekaan Papua Barat.

Hai tanahku Papua kau tanah lahirku, kau hendak kukasihi hingga ajalku.
Diterbitkan di:  on Desember 31, 2007 at 7:44 am Tinggalkan sebuah Komentar

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://odiyaipai.wordpress.com/2007/12/31/arti-sebuah-perjuangan/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Leave a Comment